2 Agu 2018

Bregada Prajurit Kraton Yogyakarta

Bregada Prajurit Kraton Yogyakarta – Tugas dan jenis jenis bregada prajurit Bugis, Surakarsa, Wirabraja, Dhaeng, Patangpuluh, Jagakarya, Prawiratama, Nyutra, Ketanggung, Mantrijero. Pimpinan paling tinggi semua bregada adalah Manggalayudha atau Kommandhan/ Kumendham dengan sebutan lengkap yaitu Kommandhan Wadana Hageng Prajurit. Manggalayudha dibantu Pandhega (Kapten Parentah), dengan sebutan lengkap yaitu Bupati Enem Wadana Prajurit, yang bertugas menyiapkan bregada. Setiap bregada dipimpin Kapten kecuali bregada Bugis dan Surakarsa yang dipimpin Wedana. Pandhega dibantu Panji (Lurah) yang bertugas mengatur dan memerintah keseluruhan prajurit dalam bregada. Setiap Panji dibantu Wakil Panji. Regu-regu setiap bregada dipimpin seorang sersan. Seluruh perwira dalam bregada dipimpin Pandhega, kecuali Bregada Wirabraja dan Bregada Mantrijero yang dipimpin Kommandhan. Bregada Prajurit Kraton Yogyakarta dibagi tiga kelompok meliputi Prajurit yang dimiliki Kepatihan yaitu Bregada Bugis, Prajurit yang dimiliki Kadipaten Anom yaitu Bregada Surakarsa dan yang lain dimiliki oleh keraton.
Bregada Prajurit Kraton Yogyakarta
Bregada Prajurit Kraton Yogyakarta

Bregada Bugis
Bregada Bugis dahulu berasal dari Bugis, Sulawesi. Dalam upacara Grebeg bertugas menjadi pengawal gunungan yang dibawa menuju Kepatihan. Panji-panji/ bendera/ klebet Prajurit Bugis adalah Wulan-dadari. Wulan berarti bulan. Dadari berarti mekar, muncul timbul. Wulan-dadari berarti pasukan yang selalu memberi penerangan dalam kegelapan. Panji-panji/ bendera/ klebet berbentuk empat persegi panjang dengan warna dasar hitam, di tengah terdapat lingkaran dengan warna kuning emas. Senjata yang digunakan Bregada Prajurit Bugis adalah tombak (waos). Saat berjalan Bregada Prajurit Bugis diiringi Gendhing Sandung Liwung.

Bregada Surakarsa
Bregada Surakarsa berasal dari kata sura dan karsa. Kata sura berarti berani, sedangkan karsa berarti kehendak. Surakarsa berarti prajurit yang pemberani. Bregada Surakarsa bertugas menjaga keselamatan Adipati Anom (Putra Mahkota). Saat Grebeg, Bregada Surakarsa bertugas mengawal gunungan yang dibawa ke Masjid Gedhe. Klebet prajurit Surakarsa adalah Pareanom, berbentuk empat persegi panjang dengan warna dasar hijau, di tengah terdapat lingkaran dengan warna kuning. Pareanom berasal dari kata pare dan kata anom yang berarti muda. Klebet ini berarti Surakarsa adalah pasukan yang bersemangat muda. Senjata yang digunakan Bregada Prajurit Surakarsa adalah tombak (waos). Saat berjalan Bregada Prajurit Surakarsa diiringi Gendhing Plangkenan.

Bregada Wirabraja
Bregada Wirabraja berasal dari kata wira dan braja. Kata wira berarti berani, dan braja berarti tajam. Wirabraja berarti prajurit pemberani dan tajam panca inderanya. Bregada Wirabraja peka dengan keadaan, pantang menyerah dalam membela kebenaran, serta pantang mundur sebelum musuh dikalahkan. Klebet prajurit Wirabraja adalah Gula-klapa. Berbentuk empat persegi panjang dengan warna dasar putih, pada setiap sudut dihias dengan chentung berwarna merah seperti ujung cabai merah. Di tengah terdapat segi empat berwarna merah dan segi delapan berwarna putih pada bagian dalam. Gula-klapa berasal dari kata gula dan kelapa. Gula yang dimaksud adalah gula Jawa yang berwarna merah dan kelapa berwarna putih. Klebet ini berarti bahwa Wirabraja adalah pasukan yang berani membela kesucian dan kebenaran. Senjata yang digunakan Bregada Prajurit Wirabraja adalah tombak (waos) dan senapan. Saat berjalan cepat (mars) Bregada Prajurit Wirabraja diiringi Gendhing Dhayungan sedangkan saat berjalan lambat (lampah macak) diiringi Gendhing Reta Dhedhali.

Bregada Dhaeng
Bregada Dhaeng pada awal berasal dari Makasar. Klebet prajurit Dhaeng adalah Bahningsari. Berbentuk empat persegi panjang dengan warna dasar putih, di tengah terdapat bintang segi delapan berwarna merah. Bahni berarti api, dan sari berarti indah. Klebet ini berarti bahwa Dhaeng adalah pasukan yang berani dan tidak pernah menyerah, sebagaimana semangat inti api yang tidak pernah kunjung padam. Senjata yang digunakan Bregada Prajurit Dhaeng adalah tombak (waos) dan senapan. Saat berjalan cepat (mars), Bregada Prajurit Dhaeng diiringi Gendhing Ondhal-Andhil. Ketika berjalan lambat (lampah macak) diiringi Gendhing Kenaba.

Bregada Patangpuluh
Bregada Patangpuluh tidak ada berarti jumlah anggota bregada adalah 40 (empat puluh) orang. Klebet prajurit Patangpuluh adalah Cakragora. Berbentuk empat persegi panjang dengan warna dasar hitam, ditengah terdapat bintang segi enam berwarna merah. Cakra adalah senjata berbentuk roda bergerigi, dan gora berarti dahsyat atau menakutkan. Klebet ini berarti bahwa Patangpuluh adalah pasukan yang mempunyai kekuatan yang sangat luar biasa, sehingga segala musuh seperti apapun bisa terkalahkan. Senjata yang digunakan Bregada Prajurit Patangpuluh adalah tombak (waos) dan senapan. Saat berjalan cepat (mars), Bregada Prajurit Patangpuluh diiringi Gendhing Bulu-Bulu. Ketika berjalan lambat (lampah macak) diiringi Gendhing Mars Gendera.

Bregada Jagakarya
Bregada Jagakarya berasal dari kata jaga dan karya. Kata jaga berarti menjaga dan karya berarti tugas. Jagakarya berarti prajurit yang mengemban tugas selalu menjaga dan mengamankan jalannya pelaksanaan pemerintahan dalam kerajaan. Klebet prajurit Jagakarya adalah Papasan. Berbentuk empat persegi panjang dengan warna dasar merah, ditengah terdapat lingkaran dengan warna hijau. Papasan berarti pasukan pemberani yang dapat menghancurkan musuh dengan teguh. Senjata yang digunakan Bregada Prajurit Jagakarya adalah tombak (waos) dan senapan. Saat berjalan cepat (mars), Bregada Prajurit Jagakarya diiringi Gendhing Tameng Madura. Ketika berjalan lambat (lampah macak) diiringi Gendhing Slahgendir.

Bregada Prawiratama
Bregada Prawiratama berasal dari kata prawira dan tama. Kata prawira berarti berani. Kata tama dalam bahasa Sansekerta berarti utama. Prawiratama berarti prajurit yang pemberani dan pandai dalam setiap tindakan, selalu bijak dalam suasana perang. Klebet prajurit Prawiratama adalah Geniroga/Banteng Ketaton. Berbentuk empat persegi panjang dengan warna dasar hitam, di tengah terdapat lingkaran dengan warna merah. Geni berarti api dan roga berarti sakit. Klebet ini berarti Prawiratama adalah pasukan yang diharapkan dapat selalu mengalahkan musuh dengan mudah. Senjata yang digunakan Bregada Prajurit Prawiratama adalah tombak (waos) dan senapan. Saat berjalan cepat (mars), Bregada Prajurit Prawiratama diiringi Gendhing Pandebrug. Ketika berjalan lambat (lampah macak) diiringi Gendhing Balang.

Bregada Nyutra
Bregada Nyutra berasal dari kata dasar sutra yang mendapat awalan "n". Kata sutra berarti unggul atau ketajaman. Sedang dalam bahasa Jawa Baru mengacu pada kain sutra yang halus. Sedang tambahan awalan "n" memberi arti tindakan aktif sehubungan dengan sutra. Prajurit Nyutra merupakan pengawal pribadi Sultan. Secara filosofis Nyutra berarti prajurit yang sehalus sutra dan selalu mendampingi dan mejaga keamanan raja, tetapi memiliki ketajaman rasa dan keterampilan yang unggul. Klebet prajurit Nyutra adalah Podhang Ngingsep Sari dan Padma-Sri-Kresna. Podhang Ngingsep Sari untuk prajurit Nyutra Merah, berbentuk empat persegi panjang dengan warna dasar kuning, di tengah terdapat lingkaran dengan warna merah. Padma-Sri-Kresna untuk prajurit Nyutra Hitam, berbentuk empat persegi panjang dengan warna dasar kuning, di tengahnya terdapat lingkaran dengan warna hitam. Podhang berasal dari kata kepodang, burung dengan bulu warna kuning keemasan. Ngingsep berarti menghisap. Sari berarti inti. Klebet ini memiliki makna bahwa Nyutra Merah adalah pasukan yang selalu memegang teguh keluhuran. Padma berarti bunga teratai. Sri Kresna adalah tokoh pewayangan yang merupakan titisan Dewa Wisnu. Klebet ini memiliki makna bahwa Nyutra Hitam adalah pasukan yang selalu membasmi kejahatan. Senjata yang digunakan Bregada Prajurit Nyutra adalah tombak (waos), towok, tameng, panah dan senapan. Saat berjalan cepat (mars), Bregada Prajurit Nyutra diiringi Gendhing Surengprang sedangkan saat berjalan lambat (lampah macak) diiringi Gendhing Mbat-Mbat Penjalin/ Tamtama Balik.

Bregada Ketanggung
Bregada Ketanggung berasal dari kata tanggung yang mendapat awalan "ke-". Tanggung berarti beban atau berat. Sedangkan awalan "ke-" berarti sangat. Ketanggung berarti pasukan dengan tanggung jawab yang sangat berat. Klebet prajurit Ketanggung adalah Cakra-Swandana. Berbentuk empat persegi panjang dengan warna dasar hitam, di tengahnya terdapat bintang persegi enam berwarna putih. Cakra berarti senjata berbentuk roda bergerigi. Swandana berarti kendaraan atau kereta. Klebet ini memiliki makna bahwa Ketanggung adalah pasukan yang membawa senjata dahsyat yang akan memporakporandakan musuh. Senjata yang digunakan Bregada Prajurit Ketanggung adalah tombak (waos) dan senapan. Saat berjalan cepat (mars), Bregada Ketanggung diiringi Gendhing Lintrikmas/Ricikanmas/Pragolamilir. Paada saat berjalan lambat (lampah macak) diiringi Gendhing Harjunamangsah dan Bimakurda.

Bregada Mantrijero
Bregada Mantrijero berasal dari kata mantri dan jero. Mantri berarti juru bicara, menteri, atau jabatan di atas bupati. Jero berarti dalam. Mantrijero berarti prajurit yang mempunyai wewenang ikut ambil bagian dalam memutuskan hal-hal dalam lingkungan kraton. Klebet prajurit Mantrijero adalah Purnamasidhi. Berbentuk empat persegi panjang dengan warna dasar hitam, di tengahnya terdapat lingkaran warna putih. Purnama berarti bulan penuh dan sidhi berarti sempurna. Klebet ini berarti bahwa Mantrijero adalah pasukan yang diharapkan selalu memberikan cahaya dalam kegelapan. Senjata yang digunakan Bregada Prajurit Mantrijero adalah tombak (waos) dan senapan. Saat berjalan cepat (mars), Bregada Prajurit Mantrijero diiringi Gendhing Plangkenan/Mars Setok. ketika berjalan lambat (lampah macak) diiringi Gendhing Slagunder/ Restopelen.

Semoga artikel berjudul Bregada Prajurit Kraton Yogyakarta menjadi ilmu yang bermanfaat, bila akan dibuat footnote / catatan kaki pada tesis atau skripsi maka sertakan nama penulis, judul artikel, link dan tanggal diakses. Pemilik/ penulis blog : Adhitya Nugraha Novianta. Mari kita lestarikan budaya leluhur.
logoblog

ARTIKEL TERKAIT

Tidak ada komentar:
Posting Komentar

Pemilik blog mempunyai hak untuk menghapus komentar:
1. Kategori Pornografi;
2. Kategori SARA;
3. Kategori SPAM
4. Melanggar Peraturan Berlaku

1 / 2
Jangan Lelah
2 / 2
Terimakasih
Up