16 Okt 2018

Neptu Dino lan Pasaran

Neptu Dino lan Pasaran – Menghitung Neptu Hari dan Pasaran dalam penanggalan jawa. Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, Sabtu, Minggu. Legi, Paing, Pon, Wage, Kliwon. Neptu adalah angka angka yang terdapat dalam hari dan pasaran. Pasaran adalah jangka waktu yang lamanya 5 (lima) hari. Masing-masing hari dan pasaran memiliki ”neptu” sebagai berikut:

Neptu Dino lan Pasaran
Neptu Dino lan Pasaran
Nama hari = Neptu ( nilai )
Ahad = 5
Senen = 4
Selasa = 3
Rabu = 7
Kamis = 8
Jum’at = 6
Sabtu = 9

Nama Pasaran = Neptu ( nilai )
Legi = 5
Paing = 9
Pon = 7
Wage = 4
Kliwon = 8

Untuk menghitung dengan cara dijumlah, hari pasaran Ahad Legi maka jumlah neptu adalah 5+5 = 10, begitu pula dengan hari dan pasaran yang lain. Semoga artikel tentang Neptu Dino lan Pasaran bermanfaat, apabila akan dibuat footnote atau catatan kaki pada makalah, jurnal, karya ilmiah, skripsi dan tesis mohon dicantumkan: nama penulis, judul artikel, link dan tanggal diakses. Penulis: Adhitya Nugraha Novianta

15 Okt 2018

Lirik Lagu Mars KORPRI

Lirik Lagu Mars KORPRI - Lagu Korps Pegawai Republik Indonesia adalah lagu Pegawai Negeri Sipil di lingkungan kementerian atau lembaga pemerintah Indonesia. Lagu Mars KORPRI bertujuan untuk menyatukan visi, misi dan semangat anggota KORPRI, Lagu Mars KORPRI ditetapkan dalam Musyawarah Nasional VI KORPRI yang diselenggarakan di Jakarta pada tanggal 28 November 2004 sampai dengan 30 November 2004, berdasarkan Surat Keputusan Musyawarah Nasional VI KORPRI Nomor: Kep-09/MUNAS/2004 tanggal 30 Nopember 2004.

Lirik Lagu Mars KORPRI
Lirik Lagu Mars KORPRI
Tempo di Marcia Con Vigore
Teks/Musik : EL Pohan

Lirik Lagu Mars KORPRI
Satukan irama langkahmu
Bersatu tekad menuju ke depan
Berjuang bahu-membahu
Memberikan tenaga tak segan
Membangun negara yang jaya
Membina bangsa besar sejahtera
Memakai akal dan daya
Membimbing membangun mengemban
Berdasar Pancasila
Dan Undang-Undang Dasar Empat Lima
Serta dipadukan oleh haluan negara
Kita maju terus
Di bawah Panji Korpri
Kita mengabdi tanpa pamrih
Di dalam naungan Tuhan Yang Maha Kuasa
Korpri maju terus

Semoga artikel tentang Lirik Lagu Mars KORPRI bermanfaat, apabila akan dibuat footnote atau catatan kaki pada makalah, jurnal, karya ilmiah, skripsi dan tesis mohon dicantumkan: nama penulis, judul artikel, link dan tanggal diakses. Penulis: Adhitya Nugraha Novianta, silakan baca juga: Panca Prasetya KORPRI

14 Okt 2018

Peta Kraton Mataram Kotagede

Peta Kraton Mataram Kotagede – Peta Keraton Mataram Kotagede Panembahan Senopati. Petilasan Kerajaan Mataram Kotagede yang masih dapat ditemukan hingga saat ini seperti makam para pendiri kerajaan, Masjid Kotagede, pasar, perkampungan, hingga reruntuhan benteng dan jagang yang masih dapat ditemukan di Kotagede.

Peta Kraton Mataram Kotagede
Peta Kraton Mataram Kotagede

Pasar Kotagede
Tata kota Kraton Mataram Kotagede menempatkan kraton, alun-alun dan pasar dalam poros selatan - utara. Pasar Kotagede sudah ada sejak jaman Panembahan Senopati hingga saat kini. Pasar Kotagede ramai setiap pagi legi dalam kalender Jawa. Bangunan Pasar Kotagede sudah direhabilitasi, tapi letak tidak berubah.

Kompleks Makam Pendiri Kerajaan
Berjarak sekitar 100 meter selatan Pasar Kotagede, terdapat kompleks makam para pendiri kerajaan Mataram Islam. Ketika menuju kompleks makam maka akan melewati 3 gapura sebelum menuju gapura bangunan makam. Setiap gapura terbuat dari pintu kayu yang tebal dan dihiasi ukiran. Untuk masuk ke kompleks makam harus mengenakan busana adat Jawa dan dilarang memotret.

Masjid Kotagede
Masjid Kotagede berada di kompleks makam. Masjid Kotagede memiliki arsitektur jawa, terdapat bedug di serambi masjid, masjid Kotagede merupakan salah satu peninggalan kerajaan Mataram.

Perkampungan
Terdapat beberapa perkampungan yang masih ada hingga sekarang, perkampungan tersebut berada disekeliling bangunan cagar budaya petilasan Kraton Mataram Kotagede, perkampungan tersebut antara lain Kampung Singosare, Kampung Mutihan, Kampung Purbayan, Kampung Jagalan, dll

Kedhaton
Sekitar 500 meter dari Masjid Kotagede, terdapat pohon Beringin berada tepat di tengah jalan dan bangunan kecil yang menyimpan "watu gilang", dalam bangunan tersebut juga terdapat "watu cantheng", tiga batu berbentuk bulat yang terbuat dari batu berwarna kekuning-kuningan. Masyarakat setempat menduga bahwa "bola" batu itu adalah mainan putra Panembahan Senapati tetapi tidak tertutup kemungkinan bahwa benda tersebut merupakan peluru meriam kuno.

Reruntuhan Benteng
Panembahan Senopati membangun benteng dalam (cepuri) dengan jagang (parit besar pertahanan yang mengelilingi kraton) Reruntuhan benteng setebal 4 kaki terbuat dari balok batu yang asli masih bisa dilihat di pojok barat daya dan tenggara. Sedangkan sisa parit pertahanan bisa dilihat di sisi timur, selatan, dan barat.

Semoga artikel berjudul Peta Kraton Mataram Kotagede bermanfaat, apabila akan dibuat footnote atau catatan kaki pada makalah, jurnal, karya ilmiah, skripsi dan tesis mohon dicantumkan: nama penulis, judul artikel, link dan tanggal diakses. Penulis: Adhitya Nugraha Novianta, silakan baca juga Bregada Prajurit Kraton Yogyakarta.

6 Sep 2018

PERDA DIY NOMOR 1 TAHUN 1958

PERDA DIY NOMOR 1 TAHUN 1958 Tentang Perubahan Batas Dan Nama Kapanewon-Kapanewon Imogiri, Gondowulung Dan Kotagede Dalam Kabupaten Bantul


Penulis : Adhitya Nugraha Novianta, mohon dicantumkan: nama penulis, judul artikel, link dan tanggal diakses bila dicopy dalam karya tulis anda.

22 Agu 2018

Kisah Nabi Ibrahim Menyembelih Ismail

Kisah Nabi Ibrahim Menyembelih Ismail - Hikmah Nabi Ibrahim menyembelih Ismail, sejarah perayaan Idul Adha. Nabi Ibrahim belum memiliki keturunan hingga lanjut usia, dari pernikahannya dengan Siti Hajar, Nabi Ibrahim dikaruniai seorang putra yang bernama Ismail. Nabi Ibrahim sangat menyayangi Ismail.

Kisah Nabi Ibrahim Menyembelih Ismail
Kisah Nabi Ibrahim Menyembelih Ismail
Pada malam 8 Dzulhijjah, Nabi Ibrahim bermimpi yang berisi perintah dari Allah SWT untuk menyembelih Ismail. Nabi Ibrahim sedikit ragu terhadap mimpi tersebut, apakah perintah itu berasal dari Allah SWT atau bukan. Pada 8 Dzulhijjah, Nabi Ibrahim merenung mengenai benar atau tidak perintah tersebut. Saat ini, kejadian mimpi tersebut diperingati umat Islam dengan mengerjakan puasa sunah hari tarwiyah (hari merenung).

Pada malam 9 Dzulhijjah, Nabi Ibrahim kembali mendapat mimpi yang sama. Pada mimpi yang kedua ini, Nabi Ibrahim semakin yakin bahwa perintah tersebut memang berasal dari Allah SWT. Oleh karena itu pada tanggal 9 Dzulhijjah, umat Islam memperingatinya dengan puasa hari arafah (hari pengetahuan), yakni hari ketika Nabi Ibrahim mengetahui pesan yang berisi perintah Nabi Ibrahim menyembelih Ismail.

Pada tanggal 10 Dzulhijjah, Nabi Ibrahim membawa Ismail untuk dikurbankan. Ismail bersedia dikurbankan karena meyakini bahwa perintah tersebut berasal dari Allah SWT. Selama di perjalanan, Nabi Ibrahim dan Siti Hajar diganggu setan yang ingin menggagalkan rencana tersebut. Nabi Ibrahim dan Siti Hajar kemudian melempari setan dengan batu.

Allah Swt berfirman, Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: "Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!" Ia menjawab: "Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar". (QS. Ash Shaffat [37] : 102)

Ketika Nabi Ibrahim sudah tiba di tempat untuk kurban dan bersiap menghunuskan pedangnya ke arah Ismail, Allah SWT menggantinya dengan domba. Kisah ini memberikan pelajaran bahwa ketaatan Nabi Ibrahim kepada Allah SWT lebih besar dari apapun. Namun, Allah menyayangi hamba-Nya, dalam kisah ini adalah Ibrahim, dengan mengganti Ismail yang hendak dikurbankan, dengan domba. Selamat Hari Raya Idul Adha. Penulis: Adhitya Nugraha Novianta

17 Agu 2018

Upacara Penurunan Bendera di Yogyakarta

Upacara Penurunan Bendera di Yogyakarta - Upacara Penurunan Bendera tanggal 17 Agustus 2018 di Gedung Agung Yogyakarta, acara di awali dengan parade polisi cilik, tari tarian dari SD dan Band dari TNI AU, upacara di tutup dengan arak arakan prajurit Kraton Yogyakarta dengan Kereta Kencana

15 Agu 2018

Tujuan Amandemen UUD 1945

Tujuan Amandemen UUD 1945 – Tujuan perubahan dalam UUD 1945, 7 (tujuh) tujuan amandemen Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 adalah sebagai berikut:

Tujuan Amandemen UUD 1945
Tujuan Amandemen UUD 1945
Pertama, Amandemen UUD 1945 bertujuan menyempurnakan aturan dasar yang berhubungan dengan tatanan negara untuk mencapai tujuan nasional sebagaimana tercantum dalam alinea ke 4 ( empat ) Pembukaan UUD 1945 dan memperkuat Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila.

Kedua, Amandemen UUD 1945 bertujuan menyempurnakan aturan dasar yang berkaitan dengan jaminan dan pelaksanaan kedaulatan rakyat serta memperluas partisipasi rakyat dalam pemerintahan sesuai prinsip demokrasi.

Ketiga, Amandemen UUD 1945 bertujuan menyempurnakan aturan dasar yang berkaitan dengan penyelenggaraan negara secara demokratis dan modern.

Keempat, Amandemen UUD 1945 bertujuan menyempurnakan aturan dasar yang berhubungan dengan jaminan dan perlindungan Hak Asasi Manusia serta peradaban manusia sebagimana syarat suatu negara hukum yang dicita-citakan dalam UUD 1945.

Kelima, Amandemen UUD 1945 bertujuan menyempurnakan aturan dasar yang berhubungan dengan jaminan konstitusional serta kewajiban negara untuk mewujudkan kesejahteraan sosial, mencerdaskan kehidupan bangsa, menegakkan etika, moral dan solidaritas dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara sesuai harkat martabat kemanusian dalam mewujudkan negara yang maju dan sejahtera.

Keenam, Amandemen UUD 1945 bertujuan melengkapi aturan dasar yang belum mengatur secara tegas hal hal berkaitan dengan penyelenggaraan negara dalam mewujudkan negara yang demokratis.

Ketujuh, Amandemen UUD 1945 bertujuan menyempurnakan aturan dasar yang berkaitan dengan kehidupan berbangsa dan bernegara sesuai dengan aspirasi serta kepentingan bangsa dan negara Indonesia.

Demikian penjelasan secara lengkap tentang 7 ( Tujuh ) tujuan diadakan perubahan dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia.
Silakan Baca Juga:

Semoga artikel berjudul Tujuan Amandemen Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 menjadi ilmu yang bermanfaat, apabila akan dibuat footnote atau catatan kaki pada makalah, jurnal, karya ilmiah, skripsi dan tesis mohon dicantumkan: nama penulis, judul artikel, link dan tanggal diakses. Pemilik dan penulis blog : Adhitya Nugraha Novianta